Sunday, March 3, 2013

Tentang Etnis Betawi

No comments:

gambar suku betawi
suku betawi
Masyarakat Betawi adalah masyarakat yang berada di Indonesia diseluruh wilayah DKI Jakarta, sebagian besar wilayah Bekasi, sebagian wilayah Bogor, sebagian Kecamatan Batu Jaya di Kecamatan Karawang dan sebagian wilayah tanggerang. Menurut Selo Soemardjan menjelaskan bahwa yang dimaksud masyarakat adalah manusia yang hidup bersama dan menghasilkan kebudayaan. Dengan demikian tak ada masyarakat yang tidak mempunyai kebudayaan. Sebaliknya tak ada kebudayaan tanpa masyarakat sebagai wadah pendahulunya. Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama untuk melakukan kegiatan bagi kepentingan bersama atau sebagian besar hidupnya berada dalam kehidupan

Saturday, March 2, 2013

TARI GENDING SRIWIJAYA dari PALEMBANG

No comments:

kesenian tari gending sriwijaya
tarian gending sriwijaya
Tari Gending Sriwijaya itu berasal dari masa kerajaan Sriwijaya, atau tari Gending Sriwijaya itu adalah tarian sakral bagi Sumatra Selatan, jadi tidak boleh dipergelarkan di ruang atau alam terbuka. Tahun 1990/1991, Kantor Wilayah Depdikbud Provinsi Sumatra Selatan menerbitkan deskripsi Tari Gending Sriwijaya, yang penyuntingnya diketuai oleh Izi Asmawi (alm). Berdasarkan deskripsi itu, dikatakan bahwa tari Gending Sriwijaya adalah satu dari sekian tari sambut atau tari persembahan yang ada di Sumatra Selatan.
Proses penciptaan tari Gending Sriwijaya sudah dimulai sejak 1943, yaitu untuk memenuhi permintaan dari pemerintah (era pendudukan Jepang), kepada Jawatan Penerangan

Friday, March 1, 2013

TARI PIRING KHAS DARI MINANGKABAU

No comments:
kesenian tari piring
tarian piring
Tari Piring atau dalam bahasa Minangkabau disebut dengan Tari Piriang adalah salah satu seni tari di Minangkabau yang berasal dari kota Solok, provinsi Sumatera Barat. Tarian tersebut dimainkan dengan menggunakan piring sebagai media utama. Piring-piring tersebut kemudian diayun dengan gerakan-gerakan cepat yang teratur, tanpa terlepas dari genggaman tangan.
Tari Piring pada awalnya digunakan oleh masyarakat Minangkabau dengan tujuan memberikan ucapan syukur kepada dewi padi pada saat musim panen tiba, karena hasil panen yang melimpah. Disamping itu, Tari Piring digerakan atau dipentaskan oleh para pemuda-pemudi masyarakat Minangkabau.


Namun dengan masuk dan terbentuknya kerajaan-kerajaan yang terjadi di Minangkabau, kegunaan dan tujuan dari tari piring tersebut berubah. Pada zaman kerajaan